Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik



Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik
Oleh : Iqbal Anas, S.Pd
Kepala SDIT Ma'arif


Pembentukan karakter adalah sebuah proses yang berlangsung secara terus menerus dalam diri peserta didik dalam jangka waktu yang panjang. Proses pendidikan karakter berlangsung berkesinambungan secara terus menerus. Ibarat kata pepatah ketek taraja raja lah gadang taubah tidak. Pepatah ini sangat positif dan sesuai dengan proses yang kita lakukan dalam dunia pendidikan terutama di sdit ma'arif.

Pembentukan karakter dimulai dari pembiasaan pembiasaan. Kebiasaan akan jadi karakter dan karakter kalau sudah melekat akan sulit dirobah. Pepatah lain mengatakan belajar diwaktu kecil ibarat menulis di atas batu, akan permanen. Mengajarkan anak untuk bisa sholat ke masjid harus dimulai dari pengenalan, pembiasaan setiap waktu. Baik disekolah maupun di rumah. kalau misalnya selama 6 tahun terbiasa pergi sholat berjamaah ke masjid maka itu akan jadi karakter sampai besar dan sulit dirubah. begitu juga dengan pembiasaa  puasa sunnah, tilawah quran, tahfidz,  bersalaman dg orang tua dan guru, saling tegur sapa, tata cara makan yang islami, pembiasaan sholat duha, mengajarkan sopan santun, suka minta maaf, mengucap terima kasih. kalau terus menerus dilatih dari kecil dan dibiasakan setiap hari maka insya Allah akan jadi karakter. Inilah hakekat pendidikan karakter yang kita lakukan dalam konsep pendidikan terpadu disekolah. Bahwa seluruh waktu anak baik disekolah maupun dirumah adalah waktu terbaik untuk melukis dalam kehidupan mereka. seperti apa mereka dimasa depan, hari inilah lukisan itu dibuat. Lukisan itu dimulai dari rumah, dilengkapi disekolah dan masyarakat dan difinalisasi kembali rumah. Disinilah butuh sinergi agar lukisan yang dihasilkan tampak indah dan sempurna.

Tentu hal ini tidak sederhana dan mudah untuk mewujudkannya. Butuh keseriusan semua pihak baik orang tua sebagai pendidik utama maupun guru dan masyrakat. semua harus bersinergi dan bekerjasama bukan saling mengharapkan apalagi saling menyalahkan.

Makanya dalam konsep pendidikan terpadu, semua mata pelajaran selalu terhubung dengan karakter. Tidak ada dikotomi pelajaran agama dan pelajaran umum. Lewat pelajaran umum sekalipun bisa ditanamkan nilai nilai akhlaq dan pembentukan karakter. Semua terintegrasi dalam kata kata terpadu. Telaah, Explorasi, Rumuskan, Presentasikan, Analisis, Duniawi dan Ukhrawi. Semuanya terhubung dan saling berkaitan.

Sebuah pesan dari Helen Keller "Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih"

Barangkali kita bisa mengambil hikmah dari ilustrasi berikut. Suatu ketika seorang anak melihat sebuah kepompong dan ternyata ada kupu kupu didalamnya yang sedang berjuang untuk keluar. Kelihatannya begitu berat perjuangannya. Anak ini merasa kasihan sekali dan berusaha membantu mengeluarkan kupu kupu tersebut dari kepompongnya itu. Alhasil kupu kupu memang berhasil keluar dari kepompongnya namun apa yang terjadi? kupu kupunya tidak bisa terbang, hanya bisa merayap. kenapa? ternyata ketika kupu kupu berusaha sekuat tenaga berjuang keluar kepompong maka ada suatu zat yang akan dihasilkan tubuhnya dan itu mengalir deras dalam tubuhnya sampai kepada sayapnya yang sangat berguna untuk dia bisa terbang. Namun ketika dia keluar kepompong karena dibantu maka cairan yang sangat membantu sayapnya mengembang dan bisa terbang tersebut tidak dihasilkan, makanya sang kupu kupu akhirnya tidak bisa terbang.
Inilah potret pendidikan karakter kita.
Bersambung...

0 Response to "Proses Pembentukan Karakter Peserta Didik"