Orang Tua sebagai Pendidik Utama

Islam telah menggariskan konsep pendidikan secara integral dan sempurna. Bahwa pendidikan itu dimulai dari keluarga. Orang tua mereka sendiri. Proses pendidikan dimulai dari keluarga. Selama proses kehamilan 9 bulan sampai anak menyapih selama dua tahun adalah masa-masa emas (golden age) bagi seorang anak dalam menentukan masa depan mereka. Dalam masa inilah orang tua menorehkan penanya untuk menulis dan melukis akan seperti apa anaknya di masa depan. 


Dalam konsep Islam Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita, bahwa setiap anak yang dilahirkan sesungguhnya dalam keadaan fitrah (Islam), suci. Maka orang tuanya lah yang menjadikan mereka yahudi, nasrani dan majusi.

Maka, dalam proses pendidikan seorang anak, orang tua adalah pendidik utama. Aktor utamanya. Penentu utama. Pelukis utama. Mereka yang memulai lukisan terhadap anak-anak mereka. Mereka yang menentukan. Sekolah dan masyarakat adalah pelengkap dan menyempurnakan lukisannya.

Oleh sebab itu, maka masa-masa emas anak ini tidak boleh disia-siakan begitu saja. Terkadang ada orang tua yang karena kasihan, karena 'sayang' kepada anak, kemudian lupa bahwa mereka akan menjadi besar dan akan memikul tanggung jawab dikemudian hari. Makanya, konsep terlalu memanjakan dan memenuhi semua keinginan anak justru kontraproduktif terhadap kelangsungan masa depan mereka.


0 Response to "Orang Tua sebagai Pendidik Utama"