SMAN 1 Padang Panjang sebagai Lokomotif Perubahan Model Pembinaan Agama

SMAN 1 Padang Panjang sebagai Lokomotif Perubahan Model Pembinaan Keagamaaan di Sekolah Umum Sumatera Barat
oleh
Hendrison, S.Pd

Sebagai sekolah yg didirikan oleh tokoh-tokoh besar ranah Minang Sumatera Barat,SMAN 1 Padang Panjang dalam perjalananya telah hadir menjadi sekolah yang menginspirasi sekolah lain tertutama sekolah negeri setingkat SLTP dan SLTA dalam hal inovasi dan pengembangan model pembinaan keagamaan atau Imtaq.

Bermula pada tahun 1998, sekolah ini telah menetapkan Imtaq sebagai salah satu program unggulannya. Program imtaq yang digulirkan pada awal dimulainya sekolah ini adalah dalam bentuk imtaq klasikal malam atau taklim untuk siswa asrama dan kelompok kecil atau mentoring untuk semua siswa SMAN 1 Padang Panjang. Sebenarnya dua bentuk kegiatan ini jauh sebelum hadirnya SMAN 1 Padang Panjang telah juga dimiliki oleh sekolah umum lainnya seperti penulis yang bersekolah ditahun 1992 di SMAN 10 Padang telah mendapatkan bentuk kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini bahkan ketika penulis bergabung dalam Lembaga Pembinaan Pelajar Kota Padang dan ikut melakukan pembinaan pelajar Kota Padang Namun apa yang membedakannya dan sekaligus inspirasi untuk sekolah lain adalah dimana dua kegiatan ini di SMAN 1 Padang Panjang menjadi kebijakan dalam program sekolah secara keseluruhan hingga semua siswa mengikuti kegiatan tersebut sementara itu disekolah yg lebih dahulu dua kegiatan ini baru sebatas untuk siswa yang bergabung di Kerohanian Siswa atau yang lebih dikenal dengan ANAK ROHIS.
Sampai penulis bergabung disekolah ini tahun 2002 dua kegiatan tersebut masih terus berlansung hingga sekarang dan mudahan mudahan akan terus berlansung. Era tahun1990 sekulerisme dalam dunia pendidikan begitu sangat kental dimana kehidupan keagamaan di sekolah umum apalagi sekolah negeri tidak mendapatkan tempat. Pada saat kondisi seperti itu SMAN 1 Padang Panjang telah menjadikan Taklim dan Mentoring atau Halaqoh sebagai program sekolah. Dalam pembentukan karakter islami siswa disekolah, dua kegiatan ini menjadi faktor kunci. Dua kegiatan ini bukan segala-galanya tapi segala-galanya berawal disini. Dari dua bentuk kegiatan itu mengikuti berbagai bentuk inovasi inovasi lain dalam model pembentukan karakter keagamaan siswa SMAN 1 Padang Panjang yang kemudian berbagai sekolah datang untuk belajar mulai dari SD,SMP,SMA,SMK,Madrasah dan Pondok Pesantren dari dalam negeri maupun luar negeri.

1.Masa Orientasi Siswa dan Study Dasar ke Islaman (MOSTUDIA)
Mostudi merupakan kegiatan masa orientasi siswa baru yang kita padukan dengan kegiatan-kegiatan ke Islaman. Dalam kegiatan ini siswa tidak hanya mendapatkan materi orientasi kesekolahan tapi juga orientasi ke Islaman dengan materi dasar-dasar ke Islaman seperti Cinta Kepada Allah (Mahabbatullah), Rasulullah Sang Tauladan (Ma’arifatul Rasul) Alqur an Sumber Kehidupan dan Tahfidzul Qur an (Ma’arifatul Qur an) Perang Pemikiran (Ghozwul Fikri), Islam Kontemporer (Alahwalul muslimun alyaum). Materi materi ini dipadukan dengan kegiatan lain seperti sholat Duha, zikir alma’tsurat, sholat tahajud, muhasabah, tilawah Alqur an 30 juz . Selama kegiatan ini siswa di inapkan di sekolah dengan masjid sebagai pusat pembinaan. Melalui kegiatan ini ukhwah antara anak luar asrama dan dalam asrama bisa di bentuk dalam satu suasana ke agamaan yang sama.

2.Mentoring
Melalui kegiatan mentoring penanaman pemahaman ke Islaman dilakukan melalui pendekatan kelompok kecil. Model kegiatan seperti ini memungkinkan tertransfernya pemahaman ke islaman yang benar melalui kedekatan antara ustad/zah dengan anak binaanya. Kegiatan ini dilakukan setiap Sabtu pagi dilapangan sekolah dan masjid untuk semua siswa yang di bimbing oleh salah seorang ustad atau ustadzah yang di datangkan dari luar. Dan semua materi mentoring ke Islaman di sediakan oleh lembaga yang mendatangkan para ustadz/zah yaitu Generasi Muda Islam Madani (GM3)
3.Halaqoh
Secara prinsip antara mentoring dan halaqoh sama dimana polanya dalam bentuk kelompok kecil dan memungkinkan adanya kedekatan hati antara ustadz/zah dan binaanya lebih baik. Halaqoh ini ditujukan untuk siswa-siswa yang memiliki kecendrungan ber Islam lebih kuat yang di pantau oleh para ustad/zah dari mentoring yang berjalan 4 kali atau 5 kali pertemuan ini berlaku untuk semua siswa baik asrama maupun luar asrama. Halaqoh ini dilaksanakan tidak hanya di sekolah tapi juga dirumah ustad/zah, kegiatannya lebih bervariasi, ada mabit kelompok, ifthor jama’i, rihlah dan tadabbur alam. Untuk materi halaqoh melanjutkan materi yang ada sewaktu MOSTUDIA, materi dasar  pembinaan ke Islaman

4.Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT)
Mabit dilakukan 2 kali sebulan dan dipisahkan antara siswa putra dan putri. Dalam kegiatan Mabit siswa mendapatkan berbagai kegiatan diantaranya taushiyah dalam bentuk training motivasi, tilawah Alqur an, menghafal Alqur an, sholat berjamaah dan zikir Alma tsurat dan ditutup dengan sholat subuh berjamaah. Rutinitas kegiatan ini adalah poin pentingnya karna orientasi kita pada dampak  dan pengaruh dari kegiatan ini terhadap suasana jiwa siswa
5.Tahfidzul Qur an
Secara program sekolah, kegiatan menghafal Alqur an di mulai semenjak tahun 2005. Ditahun itu  SMAN 1 Padang Panjang melaksanakan wisudah Tahfidzul Qur an pertama dan tercatat sebagai sekolah umum pertama kususnya Sumatera Barat yang melakukan kegiatan terebut. Orientasi Program Tahfidzul Quran ditujukan untuk pembentukan kefahaman (alfahmu) Alqur an yang akan membentuk siswa menjadi pribadi-pribadi qur ani. Dalam menjalankan program Thafidzul Qur an sekolah membuat  target untuk siswa asrama  hafalan selama di SMA 5 juz sementara untuk luar asrama 3 juz yang distorkan setiap Imtaq pagi dan mabit lalu untuk tahun ajaran 2017/2018 ini tahfidzul qur an masuk dalam jam pelajaran 1 jam satu  minggu dengan melibatkan walikelas untuk menerima storan hafalan siswa dan setiap tahun diwisuda dan di sertifikasi untuk untuk kebutuhan ke perguruan tinggi

6.Duha dan Zikir Alma’tsurat
Pada intinya siswa di motivasi terus untuk melaksanakan sholat Duha dan zikir almatsurat setiap hari, namun satu kali seminggu menjadi agenda wajib bagi seluruh siswa untuk melaksanakan Duha dan zikir alma’tsurat. Kegiatan ini dijalankan oleh sekbid Imtaq dan FSI OSIS SMAN 1 Padang Panjang.

7.Wisata Tahfizul Alqur an
Kegiatan wisata Tahfidzul Alqur an dilaksanakan satu kali setahun setelah siswa mencapai target hafalan yang sdh ditetapkan dan memang kegiatan ini sampai sekarang masih sebatas anak asrama yg melakukannya itu disebabkan karna keterbatasan pembiayaan dan tenaga kedepan kita akan berusaha bagaimana seluruh siswa bisa mengikuti kegiatan ini. Dalam kegiatan ini siswa akan mendapatkan tausiyah alqur an , murajaah alqur an, outboun training serta tadabbur alam

8.Larangan Berpacaran
Kebijakan ini merupakan kebijakan nahi munkar dan segenap pengelola Imtaq mesti melihat bahwa ini adalah kemungkaran. Siswa yang kedapatan berpacaran atau yg dilaporkan berpacaran akan ditindak dan dipanggil orang tuanya. Pelarangan berpacaran dimulai dengan memberikan pemahaman tentang bahaya berpacaran kepada siswa yang di sampaikan dalam bentuk kajian dan training hingga siswa faham kenapa mereka dilarang berpacaran

9.Soliditas Team
Mensukseskan program pembinaan Imtaq disekolah mesti mendapatkan dukungan dari semua pihak di sekolah terutama Kepala Sekolah dan wakil kepala sekolah. Dukungan itu tidak hanya berupa dukungan menajemen tapi lebih dari itu bathiniyah dan ruhiyah seorang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Pada tataran teknis mesti ada yang ma arammi nak nyo manateh.  Mesti ada individu-individu yg bersigih, bersitungkin, berselera tinggi dan terbina segala kapasitas dirinya dalam bingkai kemenangan Islam.

0 Response to "SMAN 1 Padang Panjang sebagai Lokomotif Perubahan Model Pembinaan Agama"