​Mengapa Kurikulum Hebat Tidak Berarti Tanpa Growth Mindset dari Sang Guru

Dunia pendidikan kita terus berubah. Ganti menteri, ganti kurikulum. Kita melihat pergeseran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, dari metode hafalan ke berbasis proyek (PBL). Namun, ada satu kebenaran yang sering terlupakan di balik tumpukan dokumen administratif dan modul ajar yang canggih: Kurikulum hanyalah "kendaraan", sementara pola pikir (mindset) guru adalah "mesinnya".

​Tanpa growth mindset dari seorang guru, kurikulum sehebat apa pun hanya akan menjadi rutinitas administratif yang hambar. Mengapa demikian? Mari kita bedah mengapa pola pikir guru adalah kunci utama transformasi pendidikan.

​1. Kurikulum adalah Benda Mati, Guru adalah Jiwanya

​Kurikulum Merdeka, misalnya, menekankan pada fleksibilitas dan fokus pada siswa. Namun, jika guru masih memiliki fixed mindset (pola pikir statis), mereka akan terjebak pada keinginan untuk "menyelesaikan materi" daripada "memastikan siswa mengerti". Guru dengan pola pikir bertumbuh akan berani memodifikasi kurikulum demi kebutuhan siswa, karena mereka percaya bahwa tujuan utama adalah perkembangan, bukan sekadar ketuntasan dokumen.

​2. "Hidden Curriculum": Apa yang Siswa Lihat, Bukan Apa yang Kita Ajarkan

​Siswa tidak hanya belajar dari apa yang tertulis di papan tulis. Mereka belajar dari cara kita bereaksi saat proyektor mati, cara kita menanggapi pertanyaan kritis, atau cara kita mengakui kesalahan.

Jika guru memiliki fixed mindset, mereka akan cenderung defensif saat dikritik atau merasa terancam oleh siswa yang lebih tahu. Sebaliknya, guru dengan growth mindset menunjukkan bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Inilah "kurikulum tersembunyi" yang jauh lebih membekas di hati siswa.

​3. Ekspektasi Guru Menjadi Takdir Siswa

​Sebuah fenomena yang dikenal sebagai Pygmalion Effect menunjukkan bahwa ekspektasi guru secara langsung mempengaruhi kinerja siswa. Guru yang percaya bahwa kecerdasan bersifat tetap akan dengan mudah melabeli siswa: "si pintar" atau "si lambat".

Celakanya, siswa yang dilabeli "lambat" akan mulai mempercayainya dan berhenti berusaha. Kurikulum secanggih apa pun tidak akan bisa menyelamatkan siswa jika gurunya sendiri sudah menyerah pada potensi mereka.

​4. Inovasi Membutuhkan Keberanian untuk Gagal

​Kurikulum modern menuntut kreativitas dan inovasi. Namun, inovasi tidak mungkin lahir dari ketakutan. Guru dengan growth mindset melihat kegagalan dalam eksperimen mengajar sebagai data untuk perbaikan, bukan sebagai bukti ketidakmampuan. Mereka berani mencoba metode baru—sekalipun itu berisiko gagal—demi menemukan cara terbaik untuk membantu siswa mereka bertumbuh.

​5. Membangun Resiliensi di Tengah Perubahan

​Perubahan kurikulum seringkali menimbulkan stres bagi pendidik. Namun, bagi guru dengan pola pikir bertumbuh, perubahan adalah kesempatan untuk upskilling. Mereka tidak bertanya, "Mengapa harus berubah lagi?", melainkan "Apa hal baru yang bisa saya pelajari dari perubahan ini?". Resiliensi inilah yang menjaga kualitas pembelajaran tetap stabil di tengah ketidakpastian sistem.

​Mulai dari Dalam, Bukan dari Kertas

​Kita bisa mengimpor sistem pendidikan terbaik dari Finlandia atau Singapura, tapi jika kita tidak membenahi cara berpikir para pendidiknya, hasilnya akan tetap sama. Investasi terbesar dalam pendidikan bukanlah pada buku teks atau infrastruktur digital, melainkan pada pengembangan mentalitas guru.

​Sudah saatnya kita berhenti terobsesi pada "apa yang diajarkan" dan mulai fokus pada "bagaimana kita berpikir" saat mengajar. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan tentang mencetak angka-angka di atas kertas, tapi tentang menanamkan keyakinan pada setiap anak bahwa mereka bisa melampaui batas yang mereka bayangkan.

Pertanyaan untuk Direnungkan: Jika kurikulum dihapus besok pagi, nilai-nilai dan pola pikir apa yang tetap tinggal dalam diri siswa Anda setelah belajar bersama Anda?

Belum ada Komentar untuk "​Mengapa Kurikulum Hebat Tidak Berarti Tanpa Growth Mindset dari Sang Guru"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel