Hati hati dengan Hati

Beberapa hari lalu jalan² sebentar di IG.. ada artis yg sudah beberapa waktu berhijrah, sudah pakai cadar, berfoto dg suami dan anak balitanya yg lucu..

saya tengok di kolom komentar..

"mba kok pajang foto sih?? udah ngaji harusnya lebih menjaga bukan malah menunjukkan kemesraan dan diperlihatkan di depan publik.. "

Bunyi salah satu komentar yg cukup pedas dan tentu saja komen tersebut disaksikan oleh banyak orang..

Ada juga yg dulunya salah satu aktor yg cukup terkenal di indonesia dan sekarang juga telah berhijrah.. ada fotonya bersama sang istri yg masih mengenakan jilbab pasmina di lilit²..

saya tengok di kolom komentar..

"itu suaminya sudah ngaji tapi istrinya kok masih jahiliyyah??"

Bunyi sebuah komentar yg cukup tajam.. dan lagi² disaksikan oleh banyak orang..
~~~~~~~~~~

Hati hati dg Hati..
tidak semua seperti yg kita sangkakan..

jangan hanya karena alasan sudah pernah dinasehati via jaringan pribadi.. tetapi tak juga berubah.. lantas menjadikan kita berhak menegur didepan umum..^^

Ingatlah.. yg seperti itu tidak lebih dari sebuah celaan.. tidak lebih dari menjatuhkan dan mempermalukan..

Apakah engkau tidak merasa malu ketika engkau diberi nasehat dihadapan banyak orang kemudian kesalahanmu disebutkan didalamnya??

Hati hati dg hati yaa saudaraku..
Tugas kita adalah menasehati.. bukan memaksa.. hati itu ada dalam genggaman Allaah..

Hati hati dg hati..
jangan sampai kita merasa paling tinggi.. merasa paling baik.. hanya karena kita telah bermajelis ta'lim belasan tahun..

Hati hati dg hati..
bukan berarti kita sudah tak memajang foto, tak berbuat riba, dan telah berhijab sempurna, lantas menjadikan kita mudah meremehkan orang lain yg masih terjerat kemungkaran..

Hati hati dg hati..
jangan karena kita telah memiliki suami yg baik agamanya atau memiliki istri yg telah berhijab sempurna lantas merendahkan saudara saudari kita yg memiliki pasangan yg masih awam..

Bukankah daripada hanya mencela dan sibuk menilai.. kita doakan saudara saudari kita agar mampu berubah lebih baik??
Agar di istiqomahkan dalam Hijrahnya..
Agar dimudahkan dalam mengajak suami atau istrinya meraih ridho Allaah..

Namanya orang berhijrah semua butuh proses dan waktu..
sebagaimana kita sendiri yg telah mengaji belasan tahun bukan berarti tak lepas dari kesalahan dan kekhilafan..

Jangan menuntut orang lain sempurna dan tidak boleh memiliki cela.. yg sekalinya salah langsung di tegur habis²an tanpa adab dan cara yg hikmah..

Hijrah itu untuk menjadi lebih baik,
bukan berarti telah menjadi sebersih malaikat..

Hijrah itu untuk meraih ridho Allaah,
bukan berarti telah dijamin Surga..

Hijrah itu untuk menjadi lebih penyayang,
bukan kasar dan pencela..

Hijrah itu untuk mengenal adab,
bukan menjadi makin tak beradab..

afwan wa baarakallaahufiikum ^__^

salam ukhuwah
~Ummu Irhabiy~

0 Response to "Hati hati dengan Hati"