AL KHAWARIJ masa Imam Ali Ibn Abi Thalib dan Masa Syekh Ali Jum’ah

AL KHAWARIJ masa Imam Ali Ibn Abi Thalib dan Masa Syekh Ali Jum’ah.


Imam Ali Bin Abi Thali ra sangat mengerti dengan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah tentang akan munculnya khawarij, lengkap dengan pemahaman serta ciri fisik mereka.
إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لايُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْالرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِلَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْل عادٍ. متفق عليه
“Sesungguhnya dari asal orang ini, atau dibelakan orang ini akan ada satu kaum yang mereka membaca Alquran namunt idak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama bagaikan keluarnya anak panah dari busurnya dan mereka membunuh pemeluk Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Seandainya aku bertemu dengan mereka apasti aku akan bunuh mereka seperti kaum ‘Ad dibantai”

Beberapa ciri yang di sebutkan Rasulullah SAW,:
·        Membaca Alquran tanpa ruh. Rasulullah menyebutkan dengan istilah bacaan mereka tidak melewati tenggorokkan. Lebih jelasnya,mereka membaca Alquran, faham hukum namun tidak menadabburi dan mengamalkan hukum-hukumnya.
·        Sangat gampang keluar dariIslam seperti cepatnya anak panah keluar dari busurnya. Baik itu karena tekanan,maupun iming-iming duniawi. Mereka tidak tsabat (kokoh) mempertahankan prinsip Islam.
·        Membunuh kaum muslimin. Jelassekali membunuh kaum muslim adalah haram dan balasannya adalah jahannam.
·        Membiarkan para penyembahberhala. Sangat naif sekali, membunuh kaum muslimin dan orang kafir dibiarkan.
·        Satu lagi prinsip khawarij adalah mengkafirkan orang muslim.

Saat Utsman bin ‘Affan ra terbunuh, beberapa pasukan Imam Ali keluar memisahkan diri mengikuti Mu’awiyah ra. Hal ini muncul, karena Imam Ali melihat; menjaga kestabilan negara lebih penting untuk saat ini dari pada menghukum pembunuh utsman. Menghukum pembunuh Utsman saat ini hanya akan memperkeruh suasana dan memecah umat Islam. Sementara Muawiyah ra berpandangan sebaliknya. Beberapa dialog sudah diusahakan oleh imam Ali dan Mu’awiyah, beberapa sahabat Mu’awiyah kembali kejalan yang benar dan sebagian yang lain tetap bersama Mu'awiyah. Namun,perseteruan ini berujung pada hal yang sangat buruk. Beberapa pasukan Mu’awiyah sampai pada hal-hal melampaui batas, seperti membenci dan mencela Imam Ali. Bahkan,mereka menguji setiap orang di jalan, “apakah Ali kafir?”. Siapa yang mengatakan “tidak” maka ia dibunuh.

Satu hal yang sangat jelas disini, khawarij telah keluar dari pemimpin yang sah, pemimpin yang tidak melanggar hak-hak Allah dalam dirinya dan rakyatnya. Mu’awiyah sendiri tidak mengajak pasukannya untuk keluar dari pemerintahan ‘Ali, namun kelompok khawarij memutuskan hal berbeda. Untuk menguatkan posisi, mereka membunuh siapa saja pendukung Ali yang mereka temui.

Melihat hal ini, Imam Ali mulai merasakan kehadiran khawarij seperti yang disampaikan Rasulullah. Dengan pertimbangan yang sangat matang dan berani, beliau memutuskan untuk memerangi kelompok khawarij ini. Walhasil,sebagian mereka terbunuh, sebagian yang lain ditawan. Rasulullah menjanjikan sorga bagi Imam Ali dan kaum muslimin lainnya yang ikut memerangi khawarij.

Kepada kawan-kawan, bila kitalihat krisis yang melanda Mesir saat ini, siapakah yang masuk dalam kelompok khawarij seperti yang disampaikan oleh Rasulullah dan khawarij yang terjadi di zaman Imam Ali bin Abi Thalib?. Selamat menganalisa.

0 Response to "AL KHAWARIJ masa Imam Ali Ibn Abi Thalib dan Masa Syekh Ali Jum’ah"