Kecerdasan Sosial ( Adz-Dzaka Al Ijtima'i)


Kecerdasan Sosial adalah tindakan seseorang dalam bentuknya yang bijak, baik di jalan maupun di rumah.

- لَيْسَ النِّفَاقَ بَلْ اَلْمُجَامَلَةُ
(Bukan kemunafikan, namun sopan)

- لَيْسَ الْوُصُوْلِيَّةَ بَلِ الْعَمَلُ
(Bukan demi karir, namun kerja)

- لَيْسَ التَّسَلُّقُ بَلْ اَلصَّبْرُ
(Bukan bertindak seperti panjat tebing, namun kesabaran)

وَهُوَ أَنْ يَعْرِفَ اَلشَّخْصُ كَيْفَ يَتَصَرَّفُ مَعَ اْلآخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ قَدْرِهِمْ، وَفِي الْوَقْتِ نَفْسِهِ مِنْ دُوْنِ أَنْ يَمْدَحَهُمْ فَيَنْفُخُ رُؤُوْسَهُمْ بِالْكَذِبِ وَالْكَلاَمِ الْمَعْسُوْلِ

(Kecerdasan Sosial adalah hendaklah seseorang mengetahui bagaimana ia bertindak kepada orang lain tanpa merendahkan kadar mereka, dan di saat yang sama tanpa menyanjung mereka secara berlebih, seakan ia memompakan kebohongan dan kosa kata manis madu ke dalam kepala mereka).



كَذَلِكَ هِيَ قُدْرَةُ الشَّخْصِ عَلَى التَّخَلُّصِ مِنَ الْمَوَاقِفِ اَلْمُحْرِجَةِ، وَقُدْرَتُهُ عَلَى إِقْنَاعِ مَنْ حَوْلَهُ بِرَأْيِهِ

(Juga kemampuan seseorang untuk lolos dari posisi-posisi genting dan kemampuannya dalam membuat qana’ah orang sekelilingnya terhadap pendapatnya).

عَادَةً يَكُوْنُ اَلذَّكِيُّ اِجْتِمَاعِيّاً مُؤَثِّرًا فِي اْلآخَرِيْنَ وَمُحِبّاً لِلنِّقَاشَاتِ اَلْجَمَاعِيَّةِ وَلاَ يُحِبُّ اَلاِنْفِرَادَ بَلْ كَثْرَةُ اْلأَشْخَاصِ مِنْ حَوْلِهِ

(Biasanya, seseorang yang memiliki Kecerdasan Sosial dapat mempengaruhi orang lain, gemar melakukan diskusi secara kolektif dan tidak suka infiradi, namun memperbanyak orang yang berkerumun di sekelilingnya).

وَيُبْنَى هَذَا الذَّكَاءُ عَلَى التَّجَارِبِ اَلْحَيَاتِيَّةِ اَلْخَاصَّةِ وَلَيْسَ عَلَى قِرَاءَةِ الْكُتُبِ

(Kecerdasan Sosial didasarkan kepada pengalaman hidup yang bersifat pribadi dan bukan pada bacaan buku).

وَغَالِبًا مَا يَكُوْنُ اَلذَّكِيُّ أَكَادِيْمِيّاً… فَالَّذِيْ يَمْضِيْ وَقْتًا طَوِيْلاً بِمُفْرَدِهِ، أَقَلُّ ذَكَاءً اِجْتِمَاعِيًّا مِنَ الَّذِيْنَ يَمْضُوْنَ أَوْقَاتِهِمْ مَعَ اْلآخَرِيْنَ، وَيُمْكِنُ الْقَوْلُ أَنَّهُمْ “أَغْبِيَاءُ اِجْتِمَاعِيًّا” نَظَرًا لِقِلَّةِ تَجَارِبِهِمْ وَاحْتِكَاكِهِمْ بِاْلآخَرِيْنَ، وَلَكِنْ هُنَاكَ اِسْتِثْنَاءَاتٌ

(Umumnya, seseorang yang memiliki kecerdasan secara akademis …

Sebab, seseorang yang banyak menghabiskan waktu sendirian, Kecerdasan Sosial-nya lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang yang banyak menghabiskan waktu bersama orang lain, bahkan orang-orang yang cerdas secara akademis bisa dikatakan “bodoh secara sosial”, mengingat sedikitnya pengalaman lapangan yang dimiliki dan minimnya kontak dengan orang lain. Tentunya dalam hal ini ada pengecualian-pengecualian).

خَصَائِصُ الذَّكِيِّ اِجْتِمَاعِيّاً

(Karakteristik Seseorang yang Memiliki Kecerdasan Sosial):

1. Mampu menghimpun banyak kawan di sekelilingnya.

- أَنْ يَكُوْنَ قَادِرًا عَلَى جَمْعِ اْلأَصْدِقَاءِ مِنْ حَوْلِهِ

2. Memiliki kemampuan untuk memanej emosinya.

- أَنْ يُدِيْرَ غَضَبَهُ

3. Memberi banyak nasihat dan saran perbaikan.

- أَنْ يُقَدِّمَ النَّصَائِحَ

4. Memiliki daya tahan terhadap kegagalan.

- أَنْ يَتَحَمَّلَ الْفَشَلَ

5. Memiliki keberanian untuk melanjutkan upaya dan usahanya setelah salah atau gagal.

- أَنْ يَكُوْنَ شُجَاعًا لِلْمُثَابَرَةِ إِذَا أَخْطَأَ أَوْ فَشِلَ

6. Cepat beradaptasi.

- أَنْ يَكُوْنَ سَرِيْعَ التَّكَيُّفِ

7. Memiliki kecepatan intuisi.

- أَنْ يَكُوْنَ سَرِيْعَ الْبَدِيْهَةِ

8. Dapat memahani orang lain dari bahasa tubuh mereka.

- أَنْ يَفْهَمَ اْلآخَرِيْنَ مِنْ خِلاَلِ لُغَةِ الْجَسَدِ

9. Memiliki kemampuan berdialog secara bijak.

- أَنْ يَكُوْنَ مُحَاوِرًا لَبِقًا

10. Menampilkan diri secara baik dan tidak palsu.

- أَنْ يُقَدِّمَ نَفْسَهُ بِصُوْرَةٍ جَمِيْلَةٍ وَغَيْرِ كَاذِبَةٍ
Oleh: Ust.Musyafa Ahmad Rahim

0 Response to "Kecerdasan Sosial ( Adz-Dzaka Al Ijtima'i)"