I am Saracen

I AM SARACEN : Sebuah Fakta Sejarah Perang Islam -Kristen

Oleh : Raidah Athirah

Di Indonesia kata Saracen adalah kata yang benar-benar  asing apalagi bagi masyarakat awam namun tiba-tiba saja kata ini bertebaran di media sosial dengan pengertian orang yang menyebarkan postingan kebencian ,hoax dan provokasi SARA.

Saya sendiri mengingat kata ini pertama kali dari film King of Heaven yang mengisahkan sejarah perang salib dari sudut pandang Hollywood .

Munculnya kata ini sempat membuat saya bingung karena seingat saya kata ini hanya digunakan dalam pengertian yang merujuk kepada sejarah Islam dan Kristen terkait perang salib.

Kata ini dalam kamus memiliki pengertian yang sensitif

" Kata Saracen berasal dari Bahasa Yunani(Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arabشرقيين syarqiyyin ("orang-orang timur"), namun dugaan ini tidak memilik dasar yang kuat.[2] Istilah ini pertama kali dipakai pada awal masa Romawi Kunountuk menyebutkan sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai. Pada masa-masa berikutnya, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan. Setelah berkembangnya agama Islam, terutama pada masa Perang Salib, istilah ini digunakan terhadap seluruh Muslim (orang Islam).Istilah ini disebarkan ke Eropa Barat oleh orang-orang Bizantium (Romawi Timur) dan Tentara Salib

Sejarah kata " Saracen"  sendiri bukan lahir begitu saja melainkan merupakan kata yang digunakan oleh Kristen Eropa pada abad pertengahan untuk menggambarkan orang-orang Islam dari masa ke masa.Hal ini juga memiliki konotasi yang kurang baik

Sejarah singkat lahirnya kata Saracen bila merujuk dalam literatur sejarah;

| Saracen lahir jauh sebelum datangnya Islam.Kata ini merujuk kepada kelompok Barbarian yang mendiami jazirah Arab waktu itu.

| Saracen juga  diduga berasal dari akar kata bahasa Semit yang artinya perampok,penjarah atau pencuri. Orang  Yunani menyebut mereka sebagai Sarakenoi.

|Kata ini sudah umum digunakan untuk menyebut kelompok nomaden padang pasir yang suka merampok dan berperang.

|Sesudah datangnya Islam ,sebagian besar penduduk Jazirah Arab memeluk Islam akan tetapi panggilan kepada mereka tidak berubah yakni orang Sarakenoi.

|Kata ini disebarluaskan oleh Kristen Eropa di abad pertengahan untuk menyebut orang-orang yang memeluk Islam sebagai bentuk diskriminasi keyakinan dan warna kulit.

|Orang-orang Islam yang berasal dari Afrika Utara juga disebut dengan Saracen selain penggunaaan istilah kata Moron.

|Saracen kemudian menjadi istilah umum dikalangan bangsa Kristen Eropa untuk menyebut orang-orang Islam di masa  perang salib.

***
Saya mengapresiasi kerja bapak -bapak Polri dalam memerangi  hoax dan hatespeech di medsos  akan tetapi saya juga ingin mengajukan pertanyaan terkait penggunaaan istilah ini yang saya pikir sangat tendensius dan diskriminasi.

Saya kira bapak-bapak sepaham bahwa Islam membenci kebohongan ,apalagi menyebarkan berita bohong ( hoax) dengan tujuan perpecahan.

Alquran sebagai pedoman umat Islam telah memberikan penjelasan yang terang.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Jabir Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya termasuk orang yang paling saya cintai diantara kalian, dan paling dekat dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya termasuk orang yang paling saya benci diantara kalian, dan paling jauh dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah tsartsaarun (orang yang banyak bicara dengan berlebih-lebihan dan keluar dari kebenaran), mutasyaddiqun (orang yang banyak bicara dengan tidak hati-hati), dan mutafaihiqun.”

Para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui makna tsartsaarun dan mutasyaddiqun. Apakah makna dari mutafaihiqun?” Rasulullah bersabda, “(Mereka adalah) orang-orang yang sombong (yaitu orang yang banyak bicara untuk menunjukkan kefasihan dan keutamaannya -pent).” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadis ini hasan.”)

Ada beberapa pertanyaan dan pernyataan yang merupakan bentuk keberatan saya atas penggunaan istilah ini :

1.Mengapa harus menggunakan kata dan akronim "  SARACEN " untuk memerangi hoax dan hatespeech ?

2.Bukankah kata ini telah umum dalam defenisi sejarah  yang selalu diasosiakan dengan umat Islam ?

3.Menyebarkan berita hoax dan melakukan hatespeech adalah tindakan kriminal ,lantas ada kaitan apa antara kata  SARACEN  dengan para pelaku ini sehingga kata ini dipakai ?

4.Bila  kata ini dipakai oleh media untuk menggambarkan pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian ,maka saya sebagai seorang Indonesia dan seorang Muslim meminta pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembelaan menggunakan istilah  pengguna medsos.

Saya menganggap penggunaan istilah ini merupakan bentuk " Ancaman , Diskriminasi dan  Rasisme kepada umat Islam "  dari pihak-pihak tertentu  kepada  para pengguna medsos.

Pelaku penyebar hoax dan hatespeech adalah hal  berbeda bila dikaitkan dengan sikap kritis .

Saya menolak pelaku kejahatan medsos  disebut SARACEN karena saya ,kami dan semua umat Islam adalah SARACEN.

I Am SARACEN......

We are SARACEN

We all are SARACEN

We love peace but we are not afraid to criticize

#IamSaracen

#StopDiscrimination

#Sarcasme

#bahasaSarkasme

.........

SARACEN: Polisi Mulai “Kesulitan” Melanjutkan Kasus Ini
By Asyari Usman

Ada update penyelidikan Saracen oleh Bareskrim Polri yang bisa membuat Anda tersenyum sambil menghilangkan stress. Maaf ya Pak Polisi. Kombes Awi Setiyono dari Divisi Humas Polri, kemarin (25/8/2017) menggelar penjelasan tentang kelanjutan kasus Saracen. Setelah tiga “tersangka” ditangkap, sekarang kepolisian mengatakan bahwa mereka “kesulitan” mengungkap pihak yang pernah memesan ke kelompok Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian berbau sara dan hoax.”

“Belum cukup bukti untuk mengungkap siapa pemesan dan kapan ada pemesanan”, adalah alasan yang disampaikan oleh Kombes Awi. Yang ada baru sebatas proposal yang mengindikasikan adanya pemesanan, kata beliau.

Jadi, manajmen Saracen sangat “business oriented”. Ada proposal segala. Mirip seperti paket promo travel biro. Tapi, apa masuk akal kesulitan untuk membongkar pemesan? Bukankah Pak Polisi dengan mudah mendapati nama Eggy Sudjana dan seorang pensiunan tentara, Ampi Tanudjiwa, berada di struktur Saracen?

Kok giliran mencari pemesannya Pak Polisi “kesulitan”? Tak mungkin rasanya. Sebab, kita percaya para penyelidik dan penyidik Polri adalah profesional-profesional yang tangguh dan terlatih. Kita beri dorongan semangat kepada para penyelidik itu supaya bisa menuntaskan heboh Saracen.

Kalau pun belum tentu ada hadiah langsung untuk Anda, yakinkan bahwa Anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar untuk keberhasilan membongkar perkara ini. Apalagi andaikata Saracen seratus persen kasus fitnah, pahala Anda yang mengungkapnya menjadi belipat ganda. In-sya Allah!

Mendengar kesulitan kasus Saracen ini, teiringat langsung “kesulitan” Polisi untuk mengungkap dan menangkap penyebar chat sex Habib Riziq Shihab (HRS). Padahal, kata para ahli Teknologi Informasi dan pertelekomunikasian, penyebar chat sex HRS seharusnya bisa dilacak. Memang sulit, tetapi tingkat kesulitannya tidaklah terlalu tinggi.

Teringat juga “kesulitan” lain, yaitu ketika Polisi mau melacak siapa dalang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel mengatakan ada jenderal yang memesan penyiraman itu. Mirip kasus Saracen. Ada yang pesan berita hoax, tapi tak mudah diungkap. Ada yang pesan penyiraman air keras, tapi sulit dibongkar.

Kita sangat maklum akan kesulitan yang dialami kepolisian. Cuma, kita pantas mengingatkan Pak Polisi bahwa kalau “kesulitan mengungkap” terlalu banyak diobral, bisa jadi nanti nilainya semakin lama semakin berkurang di mata masyarakat. Jangan terlalu banyak dilempar ke pasar Pak, supaya customer tidak merasa bosan.

(Penulis adalah wartawan senior)

0 Response to "I am Saracen"