Panduan Puasa Ramadhan bagian 4

Panduan Shaum Ramadhan (4)*

๐Ÿ“š Safar yang bagaimana yang dapat keringanan tidak puasa dan diganti di hari lain?

▣ Hadist dibawah ini menunjukkan bahwa orang safar boleh tidak puasa, baik ia tidak berpuasa sebelum berangkat atau ketika berangkat. Hal ini ditegaskan oleh beberapa hadits berikut, dari Hamzah bin Amru Al Aslami saw katanya:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡: ุฃุฌุฏ ุจูŠ ู‚ูˆุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุตูŠุงู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ. ูู‡ู„ ุนู„ูŠ ุฌู†ุงุญ ؟، ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: "ู‡ูŠ ุฑุฎุตุฉ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูู…ู† ุฃุฎุฐ ุจู‡ุง ูุญุณู†. ูˆู…ู† ุฃุญุจ ุฃู† ูŠุตูˆู… ูู„ุง ุฌู†ุงุญ ุนู„ูŠู‡".

“Wahai Rasulullah, saya punya kekuatan untuk berpuasa dalam safar, apakah salah saya melakukannya? Maka Rasulullah saw menjawab: Itu adalah rukhshah dari Allah, barang siapa yang mau mengambilnya (yakni tidak puasa) maka itu baik, dan barang siapa yang mau berpuasa maka tidak ada salahnya. (HR. Muslim No. 1121. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, no.  7947. Ibnu Khuzaimah No. 2026)

▣ Hadits di atas adalah bagi yang merasa kuat dan sanggup, ada pun bagi yang kepayahan puasa dalam perjalanan maka Nabi saw lebih menganjurkan berbuka saja.  Dari Jabir bin Abdullah ra katanya:

 ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุฑุฌ ุฅู„ู‰ ู…ูƒุฉ ุนุงู… ุงู„ูุชุญ ููŠ ุฑู…ุถุงู† ูุตุงู… ุญุชู‰ ุจู„ุบ ูƒุฑุงุน ุงู„ุบู…ูŠู… ูุตุงู… ุงู„ู†ุงุณ ู…ุนู‡ ูู‚ูŠู„ ู„ู‡ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุฏ ุดู‚ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุตูŠุงู… ูุฏุนุง ุจู‚ุฏุญ ู…ู† ู…ุงุก ุจุนุฏ ุงู„ุนุตุฑ ูุดุฑุจ ูˆุงู„ู†ุงุณ ูŠู†ุธุฑูˆู† ูุฃูุทุฑ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุตุงู… ุจุนุถ ูุจู„ุบู‡ ุฃู† ู†ุงุณุง ุตุงู…ูˆุง ูู‚ุงู„ ุฃูˆู„ุฆูƒ ุงู„ุนุตุงุฉ

“Bahwa Rasulullah saw keluar pada tahun Fath (penaklukan) menuju Mekkah pada saat Ramadhan. Dia berpuasa hingga sampai pinggiran daerah Ghanim. Manusia juga berpuasa bersamanya. Dikatakan kepadanya: Wahai Rasulullah, nampaknya manusia kepayahan berpuasa. Kemudian Beliau meminta segelas air  setelah asar,  lalu beliau minum, dan manusia melihatnya. Maka sebagian manusia berbuka, dan sebagian lain tetap berpuasa. Lalu, disampaikan kepadanya  bahwa ada orang yang masih puasa. Maka Beliau bersabda: Mereka  durhaka.  (HR. Muslim No. 1114.  Ibnu Hibban No. 2706, An Nasai No. 2263. At Tirmidzi No. 710.  Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No.7935)

▣ Bahkan Nabi saw pernah mengkritik orang yang berpuasa dalam keadaan safar dan dia kesusahan karenanya.

ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุณูุฑู‡. ูุฑุฃู‰ ุฑุฌู„ุง ู‚ุฏ ุงุฌุชู…ุน ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡. ูˆู‚ุฏ ุถู„ู„ ุนู„ูŠู‡. ูู‚ุงู„: "ู…ุงู„ู‡ ؟" ู‚ุงู„ูˆุง: ุฑุฌู„ ุตุงุฆู…. ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: "ู„ูŠุณ ู…ู† ุงู„ุจุฑ ุฃู† ุชุตูˆู…ูˆุง ููŠ ุงู„ุณูุฑ".

“Rasulullah tengah dalam perjalanannya. Dia melihat seseorang yang dikerubungi oleh manusia. Dia nampak kehausan dan kepanasan. Rasulullah bertanya: “Kenapa dia?” Mereka menjawab: “Seseorang yang puasa. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada kebaikan kalian berpuasa dalam keadaan safar. (HR. Muslim No. 1115)

▣ Jika diperhatikan berbagai dalil ini, maka dianjurkan tidak berpuasa ketika dalam safar, apalagi perjalanan diperkirakan melelahkan. Oleh karena itu, para imam hadits mengumpulkan hadits-hadits ini dalam bab tentang anjuran berbuka ketika safar atau dimakruhkannya puasa ketika safar. Contoh: Imam At Tirmidzi membuat Bab Maa Jaa fi Karahiyati Ash Shaum fi As Safar (Hadits Tentang makruhnya puasa dalam perjalanan), bahkan Imam Ibnu Khuzaimah menuliskan dalam Shahihnya:

 ุจุงุจ ุฐูƒุฑ ุฎุจุฑ ุฑูˆูŠ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุชุณู…ูŠุฉ ุงู„ุตูˆู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุนุตุงุฉ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฐูƒุฑ ุงู„ุนู„ุฉ ุงู„ุชูŠ ุฃุณู…ุงู‡ู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ุงุณู… ุชูˆู‡ู… ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ุงู„ุตูˆู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุบูŠุฑ ุฌุงุฆุฒ ู„ู‡ุฐุง ุงู„ุฎุจุฑ

“Bab tentang khabar dari Nabi saw tentang penamaan berpuasa saat safar adalah DURHAKA  tanpa menyebut alasan penamaan mereka dengan nama ini. Sebagian ulama menyangka bahwa berpuasa ketika safar adalah TIDAK BOLEH karena hadits ini."

▣ Tetapi, jika orang tersebut kuat dan mampu berpuasa, maka boleh saja dia berpuasa sebab berbagai riwayat menyebutkan hal itu, seperti riwayat Hamzah  bin Amru Al Aslami ra di atas. Ini juga dikuatkan oleh riwayat lainnya, dari Ibnu Abbas ra, katanya:

ู„ุง ุชุนุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุตุงู… ูˆู„ุง ู…ู† ุฃูุทุฑ. ู‚ุฏ ุตุงู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ููŠ ุงู„ุณูุฑ، ูˆุฃูุทุฑ.

“Tidak ada kesulitan bagi orang yang berpuasa, dan tidak ada kesulitan bagi yang berbuka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berpuasa dalam safar dan juga berbuka.” (HR. Muslim No. 1113)

 Dari Ibnu Abbas juga:

ุณุงูุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุฑู…ุถุงู†. ูุตุงู… ุญุชู‰ ุจู„ุบ ุนุณูุงู†. ุซู… ุฏุนุง ุจุฅู†ุก ููŠู‡ ุดุฑุงุจ. ูุดุฑุจู‡ ู†ู‡ุงุฑุง. ู„ูŠุฑุงู‡ ุงู„ู†ุงุณ. ุซู… ุฃูุทุฑ. ุญุชู‰ ุฏุฎู„ ู…ูƒุฉ .
ู‚ุงู„ ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง: ูุตุงู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุฃูุทุฑ. ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…، ูˆู…ู† ุดุงุก ุฃูุทุฑ.

“Rasulullah saw mengadakan perjalanan pada Ramadhan, dia berpuasa singga sampai ‘Asfan. Kemudian dia meminta sewadah air dan meminumnya siang-siang. Manusia melihatnya, lalu dia berbuka hingga masuk Mekkah. Ibnu Abbas ra berkata: Maka Rasulullah saw berpuasa dan berbuka. Barang siapa yang mau maka dia puasa, dan bagi yang mau buka maka dia berbuka. (Ibid)

▣ Dengan mentawfiq (memadukan) berbagai riwayat yang ada ini, bisa disimpulkan bahwa anjuran dasar  bagi orang yang safar adalah berbuka. Namun, bagi yang kuat dan sanggup untuk berpuasa maka boleh saja berbuka atau tidak berpuasa sejak awalnya. Namun bagi yang sulit dan lelah, maka lebih baik dia berbuka saja. Wallahu A’lam

▣●Dalam konteks ‘boleh buka dan boleh puasa’ bagi yang sanggup, lalu manakah yang lebih utama?

● Syaikh Sayyid Sabiq Rahimullah meringkas sebagai berikut:

  ูุฑุฃู‰ ุฃุจูˆ ุญู†ูŠูุฉ، ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ، ูˆู…ุงู„ูƒ: ุฃู† ุงู„ุตูŠุงู… ุฃูุถู„، ู„ู…ู† ู‚ูˆูŠ ุนู„ูŠู‡، ูˆุงู„ูุทุฑ ุฃูุถู„ ู„ู…ู† ู„ุง ูŠู‚ูˆู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ุตูŠุงู….
ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ: ุงู„ูุทุฑ ุฃูุถู„.
ูˆู‚ุงู„ ุนู…ุฑ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุนุฒูŠุฒ: ุฃูุถู„ู‡ู…ุง ุฃูŠุณุฑู‡ู…ุง، ูู…ู† ูŠุณู‡ู„ ุนู„ูŠู‡ ุญูŠู†ุฆุฐ، ูˆูŠุดู‚ ุนู„ูŠู‡ ู‚ุถุงุคู‡ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ، ูุงู„ุตูˆู… ููŠ ุญู‚ู‡ ุฃูุถู„.
ูˆุญู‚ู‚ ุงู„ุดูˆูƒุงู†ูŠ، ูุฑุฃู‰ ุฃู† ู…ู† ูƒุงู† ูŠุดู‚ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตูˆู…، ูˆูŠุถุฑู‡، ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ู† ูƒุงู† ู…ุนุฑุถุง ุนู† ู‚ุจูˆู„ ุงู„ุฑุฎุตุฉ، ูุงู„ูุทุฑ ุฃูุถู„ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ู† ุฎุงู ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ ุงู„ุนุฌุจ ุฃูˆ ุงู„ุฑูŠุงุก - ุฅุฐุง ุตุงู… ููŠ ุงู„ุณูุฑ - ูุงู„ูุทุฑ ููŠ ุญู‚ู‡ ุฃูุถู„.
ูˆู…ุง ูƒุงู† ู…ู† ุงู„ุตูŠุงู… ุฎุงู„ูŠุง ุนู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุงู…ูˆุฑ، ูู‡ูˆ ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุงูุทุงุฑ.

“Menurut Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, puasa adalah lebih utama bagi yang kuat menjalankannya, dan berbuka lebih utama bagi yang tidak kuat. Ahmad mengatakan: berbuka lebih utama. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz berkata: Yang paling utama dari keduanya adalah yang paling mudah. Barangsiapa yang lebih mudah puasa saat itu, dan mengqadha setelahnya justru berat, maka berpuasa baginya adalah lebih utama.”

● Asy Syaukani melakukan penelitian, dia berpendapat bahwa bagi yang berat berpuasa dan membahayakannya, dan juga orang yang tidak mau menerima  rukhshah, maka berbuka lebih utama. Demikian juga bagi orang yang khawatir pada dirinya ada ujub dan riya jika puasa dalam perjalanan- maka berbuka lebih utama. Ada pun jika puasanya sama sekali bersih dari perkara ini semua, maka puasa lebih utama. (Fiqhus Sunnah, 1/443. Nailul Authar, 4/225)

▣● Bolehkah Berbuka Sebelum Berangkat?

◈ Jika seseorang sedang puasa Ramadhan, lalu di waktu tengah berpuasa, dia hendak melakukan safar, bolehkah dia berbuka sebelum berangkat safarnya?

Dari Ubai bin Ka'ab Radhiallahu 'Anhu, katanya:

ุฃุชูŠุช ููŠ ุฑู…ุถุงู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ، ูˆู‡ูˆ ูŠุฑูŠุฏ ุณูุฑุง، ูˆู‚ุฏ ุฑุญู„ุช ู„ู‡ ุฑุงุญู„ุชู‡، ูˆู„ุจุณ ุซูŠุงุจ ุงู„ุณูุฑ، ูุฏุนุง ุจุทุนุงู… ูุฃูƒู„ ูู‚ู„ุช ู„ู‡: ุณู†ุฉ؟ ูู‚ุงู„: ุณู†ุฉ، ุซู… ุฑูƒุจ

“Saya menemui Anas bin Malik, dan dia hendak safar, dan sudah bersiap-siap dengan kendaraannya, serta sudah mengenakan pakaian safar. Lalu dia minta disediakan makanan, lalu dia makan. Maka saya bertanya kepadanya: apakah ini sunah? Dia menjawab: Ini sunah. Kemudian dia berangkat dengan kendaraannya. (HR. At Tirmidzi No. 799, katanya: hasan. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 799)

◈ Ja'far berkata, Dari  'Ubaid bin Jubeir ra, katanya:

ูƒู†ุช ู…ุน ุฃุจูŠ ุจุตุฑุฉ ุงู„ุบูุงุฑูŠِّ ุตุงุญุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ّู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ّู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุณููŠู†ุฉ ู…ู† ุงู„ูุณุทุงุท ููŠ ุฑู…ุถุงู† ูุฑูุน، ุซู… ู‚ุฑِّุจ ุบุฏุงุคู‡، ู‚ุงู„ ุฌุนูุฑ ููŠ ุญุฏูŠุซู‡: ูู„ู… ูŠุฌุงูˆุฒ ุงู„ุจูŠูˆุช ุญุชู‰ ุฏุนุง ุจุงู„ุณُّูุฑَุฉ ู‚ุงู„: ุงู‚ุชุฑุจ ู‚ู„ุช: ุฃู„ุณุช ุชุฑู‰ ุงู„ุจูŠูˆุช؟ ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุจุตุฑุฉ: ุฃุชุฑุบุจ ุนู† ุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ّู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ّู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…؟ ู‚ุงู„ ุฌุนูุฑٌ ููŠ ุญุฏูŠุซู‡: ูุฃูƒู„.

“Aku bersama Abu Bashrah Al Ghifari, seorang sahabat Rasulullah saw dalam sebuah perahu dari daerah Fusthath (Mesir) pada saat Ramadhan. Tiba-tiba dia menawarkan dan menyajikan sarapannya.” Ja’far berkata dalam haditsnya: belumlah meninggalkan rumah-rumah dan dia mengajak ke meja makan. Dia (Abu Bashrah) berkata: Mendekatlah. Aku berkata: Bukankah engkau masih  melihat rumah-rumah? Berkata Abu Bashrah: Apakah engkau tidak suka sunah Rasulullah saw? Jafar berkata dalam haditsnya: maka dia memakannya. (HR. Abu Daud No. 2412. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 2412)

◈ Dua riwayat ini sangat jelas menerangkan bahwa berbuka sebelum safar adalah boleh, bahkan para sahabat menyebutnya sunah Nabi. Imam Asy Syaukani memberikan penjelasan sebagai berikut:

"ูˆุงู„ุญุฏูŠุซุงู†" ูŠุฏู„ุงู† ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุณุงูุฑ ุฃู† ูŠูุทุฑ ู‚ุจู„ ุฎุฑูˆุฌู‡ ู…ู† ุงู„ู…ูˆุถุน ุงู„ุฐูŠ ุฃุฑุงุฏ ุงู„ุณูุฑ ู…ู†ู‡. ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ุนุฑุจูŠ ููŠ ุงู„ุนุงุฑุถุฉ: ู‡ุฐุง ุตุญูŠุญ

“Dua hadits ini menunjukkan bahwa boleh bagi musafir untuk berbuka sebelum dia keluar dari tempat kediamannya. Ibnul 'Arabi mengatakan dalam Al 'Aridhah: Inilah yang benar. (Nailul Authar, 4/229. Maktabah Ad Dawah Al Islamiyah)

 Lalu, Ibnul Arabi berkata lagi:

ูˆุฃู…ุง ุญุฏูŠุซ ุฃู†ุณ ูุตุญูŠุญ ูŠู‚ุชุถูŠ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ูุทุฑ ู…ุน ุฃู‡ุจุฉ ุงู„ุณูุฑ

“Ada pun hadits Anas adalah shahih, dan menetapkan bolehnya berbuka puasa ketika sedang persiapan safar.” (Ibid)

▣● Berapakah Jarak Safar Yang Membolehkan Untuk Berbuka?

● Tidak ada keterangan khusus tentang hal ini. Kasus ini sama halnya dengan jarak dibolehkannya Qashar, juga tidak ada  keterangan khusus. Sedangkan Imam Ibnul Mundzir menyebutkan ada 20 pendapat lebih tentang jarak untuk dibolehkannya qashar. Oleh karena itu, jarak yang sudah dibolehkan bagi seseorang untuk berbuka adalah sebagaimana dibolehkannya untuk qashar. Inilah pendapat para ulama muhaqqiq (peneliti). Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

ูˆุงู„ุณูุฑ ุงู„ู…ุจูŠุญ ู„ู„ูุทุฑ، ู‡ูˆ ุงู„ุณูุฑ ุงู„ุฐูŠ ุชู‚ุตุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุณุจุจู‡، ูˆู…ุฏุฉ ุงู„ุงู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุณุงูุฑ ุฃู† ูŠูุทุฑ ููŠู‡ุง، ู‡ูŠ ุงู„ู…ุฏุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุฃู† ูŠู‚ุตุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠู‡ุง. ูˆุชู‚ุฏู… ุฌู…ูŠุน ุฐู„ูƒ ููŠ ู…ุจุญุซ ู‚ุตุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆุชุญู‚ูŠู‚ ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู….

“Safar yang membolehkan berbuka adalah safar yang membuatnya boleh pula qashar shalat. Begitu pula rentang waktu waktu yang membolehkan untuk berbuka bagi seorang musafir, yaitu selama jangka waktu dibolehkan pula mengqashar. Semua pembahasan ini telah kami bahas sebelumnya dalam pembahasan qashar shalat, pandangan para ulama, dan tahqiq dari Ibnul Qayyim. (Fiqhus Sunnah, 1/444)

๐Ÿ”ธBersambung ๐Ÿ”ธ

Panduan puasa ramadhan bagian 5

0 Response to "Panduan Puasa Ramadhan bagian 4"