Think Out The Box : Pecahkan Kotak Korek Apimu

Assalamualaikum.


Saya, anda dan setiap orang dalam kedudukannya sebagai manusia akan senantiasa memiliki kekurangan, tidak ada satu orang diantara kita yang tidak memilikinya. Namun saya rasa ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita petik ketika melihat kebanyakan diantara orang-orang yang telah sukses diantara kita ternyata juga membangun kesuksesannya dari kekurangan dan ketiadaan, from zero to hero..

Saya teringat Beberapa waktu lalu diawal tahun 2008 dalam sebuah acara pertemuan Moslim Enterprenuer Community Solo, kebetulan saya salah satu member dan diamanahi sebagai tim kecill semacam presidium. di kesempatan itu saya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki semangat wirausaha yang tinggi,saya rasa disinilah saya menemukan titik balik (turn over) dalam hidup saya....  di acara ini ada seorang bapak yang duduknya tepat di samping kanan saya, saya rasa usianya sekitar 55an tahun, penampilannya sederhana dengan kemeja putih tidak tampak mewah. kami mulai berkenalan dan bercirata tentang banyak hal,ini dan itu.hal yang luar biasa dari beliau adalah, beliau hanya lulusan SPG (Sekolah pendidikan Guru-setingkat SMU) dan sudah mencoba bermacam usaha dari jualan emping, pembuat jok kursi mobil, karyawan pabrik, hingga akhirnya baru pada usia 44 tahun memiliki perusahaan percetakan dengan omset perbulan 6 Miliar rupiah... dan saat ini memiliki lebih dari 10 anak perusahaan. Ngobrol dengan beliau membuat adrenalin saya terpompa untuk berusaha lebih keras menjadi seorang wirausaha. Sebelum acara itu berakhir beliau pun berpesan..”Menjadi seorang wirausaha adalah sebuah pilihan yang harusnya kita ambil sebagai pilihan sadar, bukan karena keterpaksaan keadaan ketika setelah melamar kesana kemari tidak diterima dan kemudian beralih menjadi wirausaha, bukan itu yang terbaik namun dengan kesadaran penuh akan setiap konsekuensi dan peluang yang didapatkan dari berwirausaha” Mengagumkan...sebuah pelajaran dari seseorang yang hanya berkesempatan sekolah sampai SPG.

Ada hal yang menjadi pelajaran untuk kita, saya berfikir bahwa saya tidak kurang dari beliau dalam hal pendidikan, begitu pula saya rasa anda..hanya saja mungkin kemauan dan kerja keras yang masih membedakan kita dengan beliau..

Sementara disamping kiri saya tepat adalah seorang bapak dengan kumis tipis berbadan agak jangkung dengan kemeja putih tangan panjang, sangat sederahana. Saya juga tidak akan melepaskan kesempatan untuk mengajaknya sekedar ngobrol, lelaki kurus berusia sekitar 40an tahun pikirku,beliau lulusan FKIP Biologi UNS angkatan 84, dan sekarang memiliki jaringan SALWA CELL yang terkenal di Solo dengan penghasilan 750 juta per bulan, Subhanallah....

Hal yang menarik dari beliau yang kedua ini adalah, beliau memulai berwirausaha ketika lulus kuliah hanya dengan bermodalkan sebuah obeng, karpet dan meja kecil yang diletakkan di depan rumahnya dengan usaha reparasi HP, usahanya berkembang tahun demi tahun dan akhirnya saya rasa banyak orang di solo yang sekarang kenal dengan SALWA CELL.. beliau menitipkan pesan ketika akan berpisah “Sebenarnya menjadi wirausaha itu lebih mudah dibandingkan dengan kuliah, kuliah jauh lebih sulit dari berwirausaha...siapa saja dapat melakukannya, dan ingatlah untuk senantiasa menikmati setiap proses jatuh dan bangun kembali, jadikan proses itu sebuah kenikmatan tersendiri dalam hidup, karena kita meyakini sejatuh-jatuhnya kita akan ada Allah yang selalu menjaga bukan..?maka kenapa harus tunggu lama-lama untuk memulainya...”

Satu hari yang mengesankan .... Diantara kedua orang itu juga banyak pengusaha-pengusaha muslim solo lainnya, ada pengusaha pabrik terpal, ada dealer esia, ada pengusaha rental mobil, ada yang punya bisnis daur ulang limbah, ada juga pak Jokowi sang walikota dengan bisnis meubel yang menarik juga ceritanya untuk disimak, yang seandainya saya menceritakan satu-persatu kesan pertemuan saya dengan mereka maka mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghabiskan ceritanya...

Kebanyakan diantara mereka adalah pengusaha yang memulai dari nol, dari berbagai latar belakang pendidikan, usaha dengan cara mereka masing-masing..namun satu hal yang sama diantara mereka adalah...Kerja keras, mereka menghabiskan waktu untuk bekerja jauh lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya..
Jamaah Fesbukiyah yang saya hormati, setiap orang memiliki keterbatasan namun juga memiliki kelebihan, masih ingat dengan cerita Kutu anjing, binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya..?
Namun tahukah anda ? apa yang terjadi bila kutu anjing kita masukan ke dalam sebuah kotak Korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak Korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."
Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman.
Dia tidak membentur.
Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api.
Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Setiap kelemahan diri kita bisa menjadi kotak korek api bagi kita semua, yang bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.
Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Saya punya seorang kenalan yang memiliki cacat permanen pada kedua kakinya sejak kecil, namanya Slamet, alhamdulillah beliau dapat menyelesaikan S1 nya di FKIP dan telah menikah pula sekarang, dan sekarang berbisnis makanan kecil bersama istrinya...(Bagaimana dengan Ikhwan yang nda ada cacat..? J)
andapun mungkin kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University.

Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer.
Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .
Contoh lain mantan Meneg BUMN, Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.

Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.
Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api.
Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.
Pecahkan Kotak korek api mu...!!!

Salam Sukses,
Salatiga, tengah hari di kantor. 2013
Fitra jaya saleh adalah kader PKS Salatiga yang memiliki beberapa bidang bisnis. Alhamdulillah akibat perjuangannya mengembangkan bisnis sedikit demi sedikit bisnisnya terus berkembang hingga mendapatkan omset ratusan juta di setiap bulannya. Bila di total omsetnya bisa mencarap 2,4 M dalam satu tahun. Mas Fitra yang berusia masih di bawah 35 tahun ini memberikan pesan kepada enter preneur muda agar bisa sukses. Ini pesan beliau.

0 Response to "Think Out The Box : Pecahkan Kotak Korek Apimu"