Apakah Ramadhan Kita Sudah Melahirkan Taqwa?

Ramadhan adalah bulan mulia yang Allah berikan kepada ummat islam. Bulan yang bisa digunakan sebagai sarana menempa diri dan ibadah untuk menjadi yan terbaik, prediket Taqwa. Pada bulan yang penuh berkah ini umat berlomba-lomba untuk beribadah berbuat kebaikan, menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Masjid-masjid penuh sesak pada awal ramadhan, bahkan sampai tidak muat di dalam ruangan masjid. Umat islam seakan tidak rela meninggalkan setiap kesempatan untuk menambah timbangan amal mereka.


Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk berbuat baik dan mendapatkan pahala yang banyak. Namun, disayangkan hal ini tidak berlangsung lama, ya paling sampai 15 malam pertama dan setelah itu masyarakat akan disibukkan dengan persiapan menghadapi lebaran (hari raya). Masjid mulai kembali lengang, masyarakat pindah ke tempat-tempat perbelanjaan. Maka tidak heran 10 hari terakhir ramadhan, yang rame bukan malah masjid tetapi pusat-pusat perbelanjaan.

Padahal Rasulullah SAW justru melakukan dan mencontohkan hal yang berbeda, dimana 10 hari terakhir ramadhan memaksimalkan ibadah dan usaha untuk mendapatkan ampunan Allah swt dengan banyak beribadah dan beri'tikaf. Berdiam diri dimasjid.

Masyarakat sudah berlomba-lomba untuk menyambut lebaran, beli baju baru, buat kue, menghias rumah, melakukan apa saja untuk menyambut lebaran. Padahal Rasulullah dan para sahabat justru sedih ketika ramadhan sudah berada pada hari-hari terakhirnya.

Pasca ramadhan dan idul fitri, suasana kembali seperti sebelum ramadhan datang, masjid sepi, antusias beribadah masyarakat kembali menurun, dan seterusnya.

Fenomena inilah yang selalu terjadi setiap tahun dan selalu berulang. Sesuatu yang bisa disimpulkan adalah: Pertama, kesadaran masyarakat akan ibadah masih kurang. Ibadah masih dianggap sebagai kewajiban bukan suatu kebutuhan, sebagai beban bukan sebagai suatu yang menyenangkan. Kedua, masyarakat masih menganggap bahwa ibadah sebagai ritualitas, sesuai dengan moment dan waktunya.

Wallahu 'alam bissowab

0 Response to "Apakah Ramadhan Kita Sudah Melahirkan Taqwa?"