Peluang Investasi Dengan Berkebun Emas


Istilah Kebun Emas beberapa waktu belakangan sangatlah familiar dan akrab ditelinga sebagian kecil masyarakat kita. Bisa jadi ini tren akan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat investasi untuk jangka panjang terutama investasi dengan Emas . Istilah kebun emas dipopulerkan oleh Rully Kustandar yang memang memiliki website kebunemas. Tren investasi emas semakin meningkat dengan ada program KLM (Kepemilikan Logam Mulia) yang dikeluarkan oleh BRI Syariah, BSM serta Pegadaian Syari'ah di seluruh Indonesia. Dan hebatnya program KLM bisa dengan sistem cicilan, tambah memudahkan siapa saja yang ingin memiliki investasi emas namun dengan dana yang terbatas.

Emas mulai banyak diperbincangkan saat ini. Banyak pula yang mengatakan bahwa emas adalah investasi yang baik untuk masa depan. Dari mulai untuk pendidikan, untuk membeli properti di masa depan, sampai dengan untuk naik haji. Emas masih menjadi instrumen investasi primadona karena harganya yang relatif stabil dan naik dari tahun ke tahun dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Seperti tanah, properti, maupun saham.

Karakteristik emas terbagi menjadi 2 jenis. Untuk investasi biasanya baik digunakan yaitu emas berupa koin dan batangan. Emas dengan jenis fisik itu nilai kadar karatnya mendekati 24. Sehingga nilainya yang stabil dan cenderung naik harganya. Sedangkan untuk emas perhiasan tidak dipilih menjadi investasi yang bagus walaupun bisa. Karena perhiasan emas memiliki desain sesuai masa yang mana jika dijual lagi akan menurun harganya. Penurunan ini pun dipertimbangkan oleh penjual perhiasan bahwa kadarnya yang tidak sampai 22 atau 24 karat dan juga biaya pembuatan kembali emas perhiasan yang dijual karena sudah tidak uptodate modelnya.

Kemudian ada sejumlah keuntungan dan kerugian dalam berinvestasi emas. Emas memiliki keuntungan yaitu merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual kembali. Sedangkan dengan kerugiannya adalah dalam masalah penyimpanan karena penyimpanan emas dalam jumlah yang besar akan sangat beresiko terutama dalam hal pencurian. Bagaimana dengan investasi selain emas? ada beberapa investasi selain emas yang dapat dipilih yaitu tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham dan properti.

Bagaimana kata pakar? Saya baca dan kutip dari safir senduk mengatakan, “jika anda ingin naik haji dengan biaya taksiran sebesar 27 juta yaitu sebesar 250-300 gram ditahun 1990an, maka ditahun ini bisa jadi hanya membutuhkan sebesar 150 gram emas saja. Karena nilai emas yang naik setiap tahunnya tidak kena imbas inflasi.” Beliau juga menambahkan bahwa membeli emas harus mengetahui akan sertifikat pembelian emasnya yang asli. Untuk wilayah jakarta dapat mengunjungi langsung PT. Aneka Tambang.

Bagaimana dengan pandangan saya? Karena menarik dan menguntungkan, tentu saya pun tertarik untuk membelinya. Namun karena belum adanya dana, tabungan masih menjadi prioritas investasi utama. Karena saya memprioritaskan investasi emas untuk anak (jika sudah menikah) karena biaya pendidikan akan terus merangkak naik sehingga investasi ini akan menguntungkan di masa depan nanti. Bagaimana dengan anda? apakah pernah terpikirkan untuk berinvestasi emas?

0 Response to "Peluang Investasi Dengan Berkebun Emas"