Profil Majid ‘Irsan al-Kilani dan Pemikiran Pendidikannya

Profil Majid ‘Irsan al-Kilani dan Pemikiran Pendidikannya

Dalam khazanah pemikiran pendidikan Islam kontemporer, nama Majid ‘Irsan al-Kilani menempati posisi yang cukup penting, khususnya dalam diskursus integrasi antara pendidikan, peradaban, dan misi kenabian. Al-Kilani tidak hanya berbicara tentang pendidikan sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai proyek besar pembentukan manusia dan kebangkitan umat. Pemikirannya banyak dijadikan rujukan dalam kajian pendidikan Islam modern, terutama di dunia Arab dan negara-negara Muslim, termasuk Indonesia.

Profil Singkat Majid ‘Irsan al-Kilani

Majid ‘Irsan al-Kilani (ماجد عرسان الكيلاني) adalah seorang cendekiawan Muslim, pemikir pendidikan, dan akademisi yang dikenal luas melalui karya-karyanya di bidang filsafat pendidikan Islam dan sejarah peradaban Islam. Ia berasal dari Yordania dan mengabdikan hidupnya dalam dunia akademik, riset, dan penulisan ilmiah.

Al-Kilani dikenal sebagai pemikir yang kritis terhadap sistem pendidikan modern yang terlepas dari nilai wahyu, namun tetap terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan metodologi modern. Latar belakang keilmuan yang kuat dalam studi Islam, sejarah, dan pendidikan menjadikannya mampu merumuskan gagasan pendidikan Islam yang sistematis dan argumentatif.

Beberapa karya penting al-Kilani antara lain:

  • Ahdaf al-Tarbiyah al-Islamiyah (Tujuan Pendidikan Islam)
  • Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah (Filsafat Pendidikan Islam)
  • Hakadza Zhahara Jīl Shalahuddin wa Hakadza ‘Ādat al-Quds (Beginilah Generasi Shalahuddin Dibentuk)
  • Manhaj al-Tarbiyah al-Islamiyah

Karya-karya ini banyak digunakan sebagai referensi di perguruan tinggi Islam dan lembaga pendidikan.

Landasan Pemikiran Pendidikan Al-Kilani

Pemikiran pendidikan Majid ‘Irsan al-Kilani berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama perubahan peradaban. Menurutnya, kehancuran dan kebangkitan suatu umat selalu diawali oleh keberhasilan atau kegagalan sistem pendidikannya.

Al-Kilani menekankan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan pada:

  1. Tauhid sebagai fondasi utama
    Pendidikan tidak boleh netral nilai. Tauhid menjadi poros yang mengarahkan seluruh proses pendidikan, baik tujuan, kurikulum, metode, maupun evaluasi.

  2. Manusia sebagai makhluk berpotensi (fitrah)
    Setiap anak lahir membawa potensi ruhani, akal, dan jasmani. Tugas pendidikan adalah menumbuhkan dan mengarahkan potensi tersebut, bukan sekadar mengisi kepala dengan informasi.

  3. Pendidikan sebagai proses pembentukan kepribadian
    Al-Kilani menolak pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek kognitif. Menurutnya, pendidikan sejati harus membentuk kepribadian Islam yang utuh: beriman, berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sosial.

Tujuan Pendidikan Islam Menurut Al-Kilani

Salah satu kontribusi besar al-Kilani adalah perumusannya tentang tujuan pendidikan Islam. Ia menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi:

  • Membentuk manusia hamba Allah dan khalifah di bumi
  • Menyiapkan individu yang mampu membangun peradaban
  • Melahirkan generasi yang memiliki kesadaran misi (risalah)

Menurut al-Kilani, pendidikan yang kehilangan orientasi ukhrawi dan nilai moral akan melahirkan manusia cerdas namun kering nurani, bahkan berpotensi merusak tatanan sosial.

Pendidikan dan Kebangkitan Peradaban

Salah satu gagasan paling terkenal dari al-Kilani adalah keterkaitan erat antara pendidikan dan kebangkitan peradaban Islam. Dalam karyanya tentang generasi Shalahuddin al-Ayyubi, ia menegaskan bahwa pembebasan Baitul Maqdis bukan hasil strategi militer semata, tetapi buah dari proses pendidikan panjang yang terencana.

Ia menulis bahwa:

“Perubahan besar tidak dimulai dari istana, tetapi dari ruang-ruang pendidikan.”

Menurut al-Kilani, pendidikan harus mampu melahirkan:

  • Generasi yang memiliki ketangguhan spiritual
  • Kesadaran sejarah dan identitas umat
  • Komitmen moral dan keberanian berjuang demi kebenaran

Relevansi Pemikiran Al-Kilani di Era Modern

Di tengah krisis moral, degradasi nilai, dan pragmatisme pendidikan saat ini, pemikiran Majid ‘Irsan al-Kilani menjadi sangat relevan. Dunia pendidikan modern sering terjebak pada orientasi nilai guna ekonomi, sementara dimensi ruhani dan akhlak terpinggirkan.

Bagi lembaga pendidikan Islam, gagasan al-Kilani dapat menjadi:

  • Landasan penyusunan visi dan misi sekolah
  • Rujukan pengembangan kurikulum berbasis nilai
  • Inspirasi bagi guru sebagai pendidik peradaban, bukan sekadar pengajar

Majid ‘Irsan al-Kilani adalah sosok pemikir pendidikan Islam yang berhasil memadukan wahyu, sejarah, dan realitas sosial dalam satu bangunan pemikiran yang utuh. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan amanah besar untuk membentuk manusia, masyarakat, dan peradaban.

Di tengah tantangan globalisasi dan krisis identitas, pemikiran pendidikan al-Kilani layak untuk terus dikaji, dikontekstualisasikan, dan diimplementasikan dalam sistem pendidikan Islam masa kini.

Belum ada Komentar untuk "Profil Majid ‘Irsan al-Kilani dan Pemikiran Pendidikannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel