10 Cara Memperbaiki Akhlak Anak

Anak adalah amanah, anugerah, & cobaan. Dia adalah titipan Illahi untuk (sibghah) menjadi generasi Rabbani. Karena anak pada hakikatnya adalah ibarat kertas putih, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi atau Majusi.” (HR Bukhari).

Ketahuilah, bahwa cara mendisiplinkan anak merupakan persoalan yang paling penting & mendesak di antara yang lain. Anak amanah bagi orang tuanya, sebab hatinya yang suci laksana permata tidak ternilai yang belum dipakai atau dibentuk. Ia menerima segala bentuk yang ditorehkan & condong kearah mana saja dicondongkan.

Jika diajarkan kebaikan, maka akan didapat kebahagiaan di dunia & akhirat. Sedangkan jika dibiasakan & diajarkan kejahatan akan tumbuh liar bagaikan hewan, tentu akan celaka. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, Peliharalah dirimu & keluargamu dari siksaan api neraka.

Seorang ayah mungkin berusaha melindungi anaknya di dunia, namun jauh lbh penting melindungi anaknnya dari api neraka. Caranya adalah dengan mendisiplinkannya, mendidiknya & mengajarinya tentang kebaikan akhlak serta melindunginya dari teman-teman yg berperangai buruk.

Tidak memanjakannya, & tidak membuatnya menggandrungi kemewahan & kemegahan duniawi. Oleh karena itu, hendaklah orang tua selalu memperhatikan anaknya sejak usia dini sehingga tidak akan diizinkan untuk minum/makan yang berasal dari makanan haram, sehingga tidak diperoleh keberkahan dalam hidupnya, yang dapat membentuk wataknya yang buruk sehingga cenderung melakukan perbuatan yang tercela.

1. Hendaklah perhatian ditingkatkan saat tanda kecerdasan tampak dalam diri anak. Tanda yang pertama adalah rasa malu, sebab ketika mulai merasa malu terhadap perbuatan tertentu, inilah karunia Allah yang merupakan pertanda baik yang menunjukkan keseimbangan akhlaknya & ketulusan hatinya.

2. Hendaklah dididik dari sifat rakus terhadap makanan, misalnya harus mengambil makanan dengan tangan kanannya, mengajarkannya mengucapkan Bismillah ketika mulai makan, makan dari tempat terdekat dengan dirinya, tidak merebut makanan orang lain, serta ditanamkan rasa tidak suka makan makanan dalam porsi yang besar karena banyak makan membuat seseorang menjadi tidak ada bedanya dengan hewan.

Kepadanya harus ditanamkan rasa senang memberikan makanan yang lebih baik untuk orang lain & dianjurkan untuk bersikap wajar terhadap makanan & tidak mencela makanan yang kurang enak.

3. Hendaknya ditanamkan rasa suka terhadap pakaian putih daripada warna lain atau kain sutera, sehingga terjaga dari kebiasaan hidup mewah, bersenang-senang & mengenakan pakaian mahal. Sesungguhnya anak yg sejak kecil kurang diperhatikan biasanya akan tumbuh dgn perangai yg buruk, pendusta, pendengki, keras kepala, suka mencuri, memfitnah, bercanda & tertawa berlebihan, licik & amoral.

4. Hendaknya disibukkan oleh kegiatan mempelajari Al-Quran, hadist & riwayat-riwayat tentang orang-orang yang baik, untuk menumbuhkan dalam jiwanya rasa cinta terhadap orang-orang saleh. Kemudian ketika sifat baik & amal saleh ditunjukkan, maka harus diberikan apresiasi yg menggembirakan hatinya.
Tetapi sebaliknya, jika melakukan hal yang buruk, hendaklah seakan- akan diabaikan, disembunyikan, tidak diungkapkan ke orang lain. Seandainya ia mengulangi perbuatan itu sekali lagi, maka harus dimarahi tanpa sepengetahuan orang & disadarkan bahwa perbuatannya itu cukup serius.

5. Hendaklah orangtua tidak terus-menerus memarahi anak, sebab membuatnya kebal akibatnya tetap melakukan perbuatan buruk. Hendaknya seorang ayah menjaga kewibawaan ucapannya & hanya memarahi bila tidak ada pilihan lain. Ibulah yang memperingatkan anak dengn menyebut ayahnya.

6. Hendaklah dilarang tidur siang hari, karena dapat menimbulkan sikap malas. Harus dibiasakan untuk berjalan, bergerak & berolahraga pada siang hari sehingga terbebas dari rasa malas. Janganlah anak dibiarkan gemuk karena akan sulit menjauhi sikap manja. Sebaliknya, hendaknya dibiasakan mengenakan pakaian & makan makanan sederhana.

7. Hendaknya dilarang melakukan sesuatu secara diam-diam, sebab akan terbiasa melakukan perbuatan buruk. Hendaknya dilarang membanggakan harta orangtuanya, namun dibiasakan bersikap rendah hati, pemurah & santun dalam berbicara. Hendaknya dilarang menerima apapun dari anak lain, sebaliknya kepadanya harus diajarkan bahwa kemuliaan terletak pada sikap memberi.

Hendaknya kepada anak diajarkan tentang keburukan mencintai & ketamakan terhadap emas, perak.

8. Hendaklah dibiasakan untuk tidak meludah, menguap atau menyusut ingus di hadapan orang lain, tidak memunggungi siapapun, menyilangkan kaki, menopang dagu atau mengganjal kepalanya dengan tangannya, karena perbuatan semacam itu menunjukkan kemalasan. Haruslah diajari mengenai cara duduk & dilarang untuk terlalu banyak berbicara. Hendaklah dilarang bersumpah terhadap sesuatu, baik benar maupun salah. Sebaiknya diajari mendengarkan dengan cermat setiap kali orang yang lebih tua berbicara & bangkit dari duduknya setiap kali orang yang lebih tua masuk, menyediakan tempat untuknya.

Hendaklah dilarang berbicara seenaknya, mengutuk, menghina seseorang atau bergaul dengan orang yang demikian. Kebiasaan buruk akan muncul dari teman sepergaulan yang buruk. Dan sesungguhnya prinsip pendidikan adalah menjauhkannya dari teman sepergaulan yang buruk.

9. Hendaklah setelah mengikuti pelajaran, agar diizinkan bermain & diberi kesempatan beristirahat, untuk mencegah anak menguras tenaga untuk selalu belajar yang akan mematikan hatinya, merusak kecerdasannya & menghambat gairah hidupnya.

10. Hendaknya diajarkan sikap patuh terhadap orangtua, guru & orang yang lebih tua. Kemudian ketika anak mencapai usia remaja, hendaknya tidak melalaikan kewajiban berwudhu & shalat serta diperintahkan berpuasa di bulan Ramadhan. Diingatkan bahwa makanan hanya sarana mempertahankan kesehatan & bahwa tujuannya menjadikan seorang manusia kuat menjalankan ibadah kepada Allah SWT, mengingat tidak satupun yang kekal didalamnya serta kematian akan memutus kenikmatannya.

Sesungguhnya, dunia hanyalah tempat persinggahan, bukan tempat tinggal abadi.

Akhiratlah yang merupakan tempat tinggal abadi. Sesungguhnya kematian menanti setiap saat, karenanya orang yang cerdas & berakal adalah orang yang menyiapkan bekal di dunia untuk keperluan di akhirat sehingga beroleh derajat yang tinggi di sisi Allah & kebahagiaan melimpah di surga. Jika pendidikan pada masa anak baik, maka akan berkesan & berpengaruh kuat di dalam hatinya laksana tulisan di atas batu.

0 Response to "10 Cara Memperbaiki Akhlak Anak"