Menuju Khairu Ummah

MENUJU KHAIRU UMMAH

Komiruddin Imron

Khairu ummah adalah sifat yang disematkan Allah kepada generasi pertama umat ini.

Yaitu, Kaum muhajirin  adalah mereka yang hijrah meninggalkan  semua yang mereka miliki dari rumah,  tanah,  Harta dan keluarga

Dan kaum anshar adalah mereka yang menyambut kedatangan kaum muhajirin dan menyiapkan semua keperluan mereka setelah mereka berhijrah.

Pembentukannya melalui perjalanan panjang dakwah ini dan melewati hari hari yang penuh dengan tetesan airmata dan darah.

Dimulai dari internalisasi nilai nilai berupa iman,  taqwa dan islamisasi kehidupan oleh rasulullah saw.

Sampai terbentuknya aljamaah almuslimah yang disatukan hati hati mereka dengan perpegang kepada tali Allah, diikat dengan ukhuwwah islamiyah di Madinah almunawwarah

Jadi,  Iman dan ukhuwah ini adalah dua pondasi yang berdiri diatasnya jamaah muslimah. Demikian menurut asy syahid Sayyid Quthb.

Oleh sebab itu segala sesuatu yang menyebabkan kuatnya iman wajib dilakukan.Seperti melakukan berbagai bentuk ibadah dan amal shaleh.

Segala sesuatu yang menyebabakan eratnya ukhuwah wajib dilakukan.  Seperti : lemah lembut,  Kasih sayang,  berdamai,  saling tolong menolong,  pemaaf silaturahmi dll

Segala sesuatu memperlemah iman wajib dihindarkan. Seperti maksiat,  ingkar dan durhaka. 

Segala sesuatu merenggangkan  ukhuwwah wajib dihindarkan. Seperti fitnah,  memata matai,  hasud,  meremehkan,  mencela dll

Jamaah muslimah ini memiliki tugas mengajak kepada kebaikan,  amar makruf dan nahi mungkar. Sebab itu mereka mendapatkan keberuntungan.

Mengajak kepada kebaikan semua orang bisa melakukan. Karena bagi yang diajak tidak ada kewajiban harus ikut.

Tapi tidak untuk amar makruf nahi mungkar. Tidak dilakukan kecuali oleh mereka yang punya power atau kekuatan yang memaksa.

Sebab itu, suatu jamaah tidak cukup hanya bertugas untuk mengajak dan menghibau,  berkhidmah dan menolong

Tapi ia harus merebut kekuasaan yang menjamin kebijakan kebijakan  berpihak kepada kebaikan dan amar makruf nahi mungkar dilaksanakan dan diindahkan

Itulah sebabnya mengapa kita berpartai. Karena partai adalah instrumen untuk mendapatkan kekuasaan.

Dan dengannya,  kekuasaan itu lebih dekat dan riel untuk diperjuangkan.

Ketika kita berkuasa banyak kebaikan kebaikan yang bisa kita realisasikan.

Ketika kita berkuasa banyak keburukan keburukan yang bisa diminimalisir.

Semakin besar otoritas kita maka semakin besar peluang kita bisa berbuat untuk kemaslahatan umat.

Saat kita bisa memaksakan kebenaran untuk diikuti dan kebatilan untuk diperangi,  maka saat itulah kita telah menapaki tangga khairu ummah.

Natar 7/9/2016

*) Terinspirasi dari tafsir   "Fi Zhilalil Qur'an" surat Ali Imron ayat 102-112

0 Response to "Menuju Khairu Ummah"