Koalisi PKS, ‘Baina Wa Baina’

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, banyak konstituen partainya yang tidak setuju PKS berkoalisi dengan Partai Golkar atau PDI Perjuangan dalam pemilu presiden.

"Mereka sih banyak yang mengusulkan supaya PKS mengandeng Partai Demokrat, karena ya baina wa baina, ini usulan dari konstituen, juga para kader, mereka lebih cenderung kalau kita berkoalisi dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-)," kata Tifatul usai kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Rabu (18/3).

Dengan PDI Perjuangan, kata Tifatul, konstituen dan kader tidak mau PKS menjadi wakil presiden, tetapi presiden. Sedangkan PDI Perjuangan sudah final mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.

"Kalau dengan Golkar kebanyakan alasan mereka, lebih baik PKS menjaga citra bersihnya, karena kader PKS ini kan belum ada yang ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tidak ada yang terlibat korupsi, tidak ada yang terlibat selingkuh, jadi banyak resistensi dari kader yang keberatan dengan Golkar, apalagi kami lihat Golkar sendiri tidak solid, karena mencalonkan Pak JK, tapi belum bulat, Sultan juga kepingin, Bang Akbar Tanjung juga lain," katanya.

Disebutkan Tifatul, kader calon presiden PKS ada delapan orang. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Anis Matta, Irwan Prayitno, Salim Segaff al-Jufri, Suharna Surapranata, Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.

"Usai pemilu legislatif kami akan berkoalisi dengan partai lain, prioritas kami adalah menggandeng partai-partai Islam dulu untuk berkoalisi, dan selama dialog ini dilakukan barrier (rintangan) yang paling kecil untuk koalisi PKS adalah dengan Partai Demokrat, kita ingin koalisi dengan Demokrat tapi ingin menggandeng partai Islam dulu," ujar pria kelahiran Bukittinggi, 28 September 1961 ini.

PKS, tambahnya, sedang memperdalam koalisi dengan Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat sudah datang dan dalam waktu dekat PKS akan mengagendakan berjumpa dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sekarang PKS sedang koalisi dengan SBY dari tahun 2004, ada menteri kita tiga orang di sana, kalau dengan SBY, kalau perolehan Partai Demokrat lebih besar, Demokrat presidennya,” katanya.
Ketika ditanya apakah PKS bisa berkoalisi dengan Gerindra, Tifatul menjawab bisa saja. Namun akan melihat hasil pemilu legislatif dulu karena menurut perhitungan PKS paling banyak hanya 9 partai yang akan lolos ke parlemen.

"Karena itu kita akan berkoalisi dengan partai-partai yang besar, yang kuat, memang sekarang ada blok M, blok S, dan Blok Y, tapi tiga-tiganya nasionalis, dalam pandangan kami mereka pasti membutuhkan partai Islam seperti PKS," ujarnya.
Iqbal Anas, direkturb@gmail.com

Sumber : http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/03/20/92135/koalisi-pks-‘baina-wa-baina’/

0 Response to "Koalisi PKS, ‘Baina Wa Baina’"